Mengaku Berbohong, (BUKAN) Akhir dari Kebiasaan Berbohong

Berbohong, merupakan kata yang jika kita menjadi pihak yang dirugikan, akan menjadi catatan historis yang tidak mudah dilupakan. Mengapa? Karena betapapun kecilnya suatu kebohongan, merupakan suatu bentuk pengkhianatan atas suatu kesepakatan-kesepatan meskipun informal.

Jika orang-rang dekat kita sudah mulai diidentifikasi berbuat bohong, pikiran kita langsung berubah gerah, gelisah. Mengapa demikian, karena perbuatan bohong ini tidak dapat kita kendalikan dan pelakunya justru berupaya sebaik mungkin untuk membantahnya termasuk berjuang penuh menghilangkan bukti-bukti pendukungnya.

Dalam beberapa literatur disebutkan, kategori penyebab bohong dapat bermacam-macam, diantaranya adalah karena kepribadian, konteks sosial, manfaat bagi pelaku atau manfaatnya bagi orang lain. Jika karena konteks sosial atau pertimbangan pelaku terhadap manfaatnya bagi sebagian pihak, tentunya dapat kita pahami dan jika penyebabnya bisa dihindari, maka kejadian pembohongan tidak akan terjadi lagi.

Namun tidak demikian halnya jika penyebabnya adalah kepribadian, maka kita tidak tahu kapan kita akan menjadi korban, dan kapan dia sebenarnya telah berupaya berbuat jujur dengan baik. Kadang muncul rasa kasihan kepada pembohong yang telah berusaha berbuat jujur, namun sayangnya kita tidak tahu mana yang sebenarnya dan mana yang ditutupinya.

Masalahnya yang terjadi kemudian adalah, bagaimana kita membedakan mengapa orang tersebut berbuat bohong. apakah karena kepribadiannya ataukah bukan? Sehingga kita pernah mendengar pepatah bahwa sekali orang berbohong maka selamanya dia berbohong. Tak heranlah ketika kita mendapatkan orang-orang yang kita sayangi mengaku berbuat bohong, kemudian kita makin merasa was-was. Inikah akhir dari kebohongannya ataukah awal dari pengakuan-pengakuan kebohongan yang lain.

Semoga hal ini tidak terjadi pada kita, mari kita berjuang keras untuk mengatakan hal-hal yang sejujur-jujurnya, tanpa mengesampingkan Alqur’an dan Hadits mengenai hukum-hukum kebohongan. (September 2012)

Leave a Reply