8 November

Ditulis di Opini | 1 Komentar

Lokasi DRC, BUKAN untuk di publikasikan!

DRC atau Disaster Recovery Center merupakan lokasi dimana suatu organisasi menempatkan duplikat sistem utama sehingga jika terjadi bencana akibat adanya kebakaran, banjir, teroris, amuk massa dan lain-lain yang menyebabkan sistem utama tidak dapat dipergunakan, organisasi tersebut dapat dengan mudah berpindah menggunakan duplikat sistem tersebut.

Contoh konkrit adalah sebuah bank, ketika ruang data center utama rusak sehingga tidak bisa berfungsi karena suatu hal misalnya kebakaran gedung, bisa dibayangkan berapa banyak data nasabah yang hilang, bagaimana nasib data saldo mereka, berapa transaksi yang rusak, dan tentunya sekian besar kerugian yang akan diderita oleh para nasabahnya.

Belum lagi kerugian akibat tidak bisa dilakukannya transaksi saat kejadian berlangsung, mengembalikan data seperti sedia kala dapat kita bayangkan rumitnya. Jadi rasanya memang benar ketika pelaku bisnis menyatakan bahwa jika saat ini suatu organisasi belum memiliki DRC, itu sudah bencana!

Bagi sebagian organisasi, memiliki DRC merupakan suatu kebanggaan dan dapat menjadi added value. Apalagi organisasi tersebut merupakan organisasi go-public. Beberapa diantaranya bahkan untuk tujuan peningkatan added-value, menyatakan dimana lokasinya tersebut sebagaimana di Bank Pilih Purwakarta untuk Disaster Recovery Center.

Secara signifikan informasi DRC sedemikian dapat meningkatkan rasa aman bagi para stakeholder, nasabah bank semakin yakin bahwa uang mereka lebih aman setidaknya dari ancaman kerusakan data transaksi, investor yakin bahwa unit usahanya lebih aman, dan keyakinan-keyakinan lain yang tumbuh menjamur karenanya.

Namun disisi lain, informasi DRC ini dapat menjadi bahan dasar pertimbangan bagi pihak lain yang ingin agar organisasi tersebut hancur. Seperti sebuah strategi perang, infrastruktur vital biasa menjadi sasaran tembak prioritas bagi musuh. DRC pun dapat menjadi obyek sasaran bagi pihak-pihak tersebut.

Dalam era digital saat ini, perang maya sering kita dengar dan tidak tampak kerusakan fisik akibatnya. Namun bagaimanapun, saat ini data merupakan tulang punggung organisasi untuk kelangsungan bisnisnya. Masih maukah kita kembali menyimpan uang di bawah bantal dan melakukan transaksi barter ala jaman batu?

Oleh karenanya, jika mempertimbangkan potensi risikonya, organisasi yang sudah mature akan mempertimbangkan segi keamanan informasi ini sebagai salah satu upaya strategis untuk menjaga kelangsungan bisnis. Mereka tidak akan dengan mudah mempublikasikan segala informasi terkait DRC khususnya dimana lokasi DRC itu berada. Lokasi DRC tidak untuk konsumsi publik, namun harus dijaga secara ketat dari kebocoran kepada pihak lain yang tidak berwenang apalagi kepada kompetitor. (abh/112012)

One Response to “Lokasi DRC, BUKAN untuk di publikasikan!”

  1. Rayans says:

    Sukses pak, artikelnya sangat fresh.. bisa nambah ilmu baru. skalian nitip backlink dimari.

Tinggalkan Pesan

Anda harus logged in untuk mengirim pesan.

Agus Budi Harto - Copyright © 2012 | All rights reserved.