Manfaat Mengacak Pesan

Masih ingat dimasa kecil ketika saya menyelipkan sebuah suku kata ‘re’ pada setiap kalimat yang saya ucapkan kepada sahabat saya Welly. Orang yang mendengarkan terlihat memperhatikan percakapan kami berdua. “Welre, lareyarenganre yangre kiretare tangrekapre keremarerinre suredahre karemure mareinrekanre?” “Suredahre kuremareinrekanre danre suredahre puretusre laregire berenangrenyare” (Artinya: “Wel, layangan yang kita tangkap kemarin sudah kamu mainkan?” “Sudah kumainkan dan sudah putus lagi benangnya”).

Upaya menarik perhatian orang lain ini merupakan salah satu metoda enkripsi dimana orang yang mendengar kalimat yang kita ucapkan harus menterjemahkan dengan cara yang tidak biasa. Memerlukan sedikit usaha tambahan bahkan pada enkripsi dengan algoritma tinggi, orang lain tidak dapat menebak cara menterjemahkannya.

Pada Wikipedia disebutkan, enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Disini tidak akan saya bahas mengenai apa itu enkripsi sebab pengertian enkripsi telah banyak ditulis orang dan dapat dicari dengan mudah menggunakan jasa gratis Mbah Google.

Saat ini mengacak kata sudah banyak digunakan manusia terutama untuk melindungi informasi agar tidak dapat dibaca oleh orang atau pihak yang tidak berhak. Transaksi antar mesin ATM ke pusat data misalnya, dapat memiliki potensi merugikan jika informasi yang lewat secara bebas di udara dapat disadap oleh pihak yang tidak berwenang. Bayangkan jika informasi antar rekening ke pusat data tidak diacak seperti di bawah ini, pin ATM Anda sudah pasti akan diketahui oknum penyadap. Kan perlu kartu ATM? Saat inipun alat pembuat kartu sudah banyak dipasaran!

Kita pasti sepakat bahwa tidak semua SMS, email atau informasi apapun yang kita kirimkan secara elektronik itu boleh dibaca oleh publik. Anggap saja bahwa setiap SMS yang kita kirimkan kemudian selalu terpapar di koran atau di stasiun televisi. Informasi yang kita kirimkan dapat bertemakan hal-hal lucu, hal-hal taktis maupun strategis, perbincangan hangat antar teman bahkan pasangan hidup kita. Apakah Anda sadari bahwa informasi tersebut sudah pasti hanya bisa dibaca oleh orang atau pihak yang kita tuju?

Masih ingat di benak kita bagaimana isi BBM Angelina Sondakh kemudian dipaparkan dalam persidangan untuk menguatkan pembuktian bahwa sudah terjadi percakapan dirinya dengan pihak lain. BBM yang dikenal telah dilengkapi dengan pengacakan isi pesan (message encryption) dengan metoda enkripsi Triple DES 168-bit yang dikenal rumit, kemudian harus dibaca oleh pihak berwenang untuk mengungkap isinya, entah dengan cara bekerjasama dengan pihak RIM atau dengan cara lain.

 Bagaimanakah dengan SMS? Beberapa dari kita barangkali sudah yakin bahwa setiap SMS yang kita kirim, hanya dibaca oleh pihak yang kita tuju. Sejauh ini saya juga belum pernah mendapatkan informasi yang menyatakan bahwa SMS dienkripsi oleh provider, berbeda dengan BBM oleh RIM. Dari gambar di bawah ini, jika ada oknum yang menginginkan untuk membaca SMS yang kita kirim, sudah pasti akan dengan mudah melakukannya. Penyadapan dapat terjadi saat SMS melayang di udara, saat di BTS, saat di pooling di mesin-mesin server, atau di SMS Center.

Menggunakan Alat Pengacak Teks
Jika kita mulai peduli untuk mengamankan informasi yang kita kirim melalui berbagai media elektronik, permasalahannya adalah apakah ada alat yang bisa membantu kita untuk mengacak informasi, kemudian mengembalikannya seperti sedia kala? Banyak sekali, silahkan Anda cari menggunakan jasa Mbah Google, terima kasih ya Mbah..

Di situs ini juga saya coba buatkan alat bantu untuk mengacak teks, berikut adalah langkah yang bisa dilakukan:
1. Masuk ke halaman http://budiharto.net/acak.
2. Tulis pesan yang ingin kirimkan ke kotak isian di tengah.
3. Ketik sebuah kunci rahasia yang hanya Anda dan orang yang Anda tuju yang tahu.
4. Tekan tombol ‘Acak’.
5. Copy-kan tulisan yang sudah di acak tersebut melalui SMS, BBM, Email maupun media lain yang Anda kehendaki.
6. Setelah diterima oleh orang yang dituju, minta orang yang dituju untuk meng-copy-kan pesan acak yang diterima ke halaman pada item no. 1 di atas, masukkan kata kunci rahasia yang sudah disepakati, tekan tombol ‘Terjemahkan’.
7. Selesai

Cara di atas dapat digunakan oleh pihak-pihak yang tidak ingin informasinya dibaca secara ‘telanjang’ oleh pihak yang tidak berhak. Dapat digunakan oleh sepasang suami istri yang sudah sepakat menggunakan kata kunci rahasia tertentu milik mereka berdua, sepasang kekasih, sekelompok komunitas, atau siapapun yang sadar bahwa informasi yang mereka miliki adalah memiliki nilai, tidak boleh dibaca secara tidak berwenang karena berpotensi memiliki dampak yang bisa signifikan bergantung kepada kritikalitas informasinya.

“There is always a hole,” demikian disampaikan oleh seorang hacker dalam sebuah seminar keamanan informasi. Tidak ada media elektronik yang aman, metoda enkripsi serumit apapun pasti masih bisa dipecahkan. Namun bagaimanapun, setidaknya kita bisa melakukan mitigasi potensi risiko kebocoran informasi melalui metoda enkripsi di atas. Cara menggunakannya sangat mudah, dapat meningkatkan rasa percaya diri akan keamanan informasi kita, dan mengasyikkan! Cobalah. (abh/012013)

Leave a Reply