20 April

Ditulis di Opini | Tidak Ada Komentar

Membuat Perahu Kayu atau Membangun Bendungan

Sailing ShipPembuatan Perahu Kayu

Perahu atau rakit yang biasa digunakan di sungai untuk membawa penumpangnya menuju tempat yang dituju banyak kita jumpai di daerah yang memiliki sungai besar. Alat transportasi di atas air bergerak tersebut kita amati amat berguna bagi penumpangnya. Bahkan jika sungai merupakan media transportasi dominan, maka ketergantungan penduduk amat tinggi terhadap sungai dengan perahunya di daerah tersebut. Dapat dibayangkan ketika tiba-tiba sungai kering atau banjir sehingga perahu-perahu yang mereka gunakan tidak dapat mengantarkan penumpang ke tempat mereka mencari makan, maka hal ini merupakan suatu bencana.

Pembuatan perahu dimulai dari merangkai bilah-bilah kayu sekeping demi sekeping, akhirnya menjadi sebentuk obyek yang ketika diapungkan di air dapat menahan orang atau barang dari tenggelam ke dalam air. Bergantung kepada permintaan yang cenderung semakin banyak, ketika pembuat perahu sudah kewalahan melayani pesanan, maka berjamurlah pembuatan perahu dengan teknologi pembuatan yang dapat dipelajari oleh calon-calon pembuat perahu lain. Karena kebutuhan inilah sehingga terjadi siklus ekonomi dalam pengadaan perahu kayu ini.

Pelaku ekonomi yang berperan sebagai penumpang perahu kayu memberikan upah kepada pemilik perahu dan pemilik perahu menggunakannya sebagai bagian dari biaya perawatan perahu kayu agar siklus ekonomi ini dapat terus berlangsung untuk menunjang kehidupan ekonomi mereka sehari-hari. Intinya, secara riil terjadi hubungan saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme antara pemilik perahu kayu dengan calon-calon penumpang.

Pembangunan Bendungan

Bergantung kepada kondisi hutan sebagai penyimpan air, sungai sebagai media penyalur air dari sumber air di hulu sungai hingga ke laut kadang surut pada musim kemarau. Kondisi pasang surut ini dapat berdampak kepada ketidaktersediaan air untuk mengairi sawah dan ladang yang tentunya dapat menjadi bencana pula bagi ketersediaan sumber bahan makanan untuk manusia dan makhluk hidup di sekitarnya.

Pembuatan bendungan merupakan solusi mengatasi hal tersebut, ketika debit air sangat banyak, aliran air diatur diperkecil sehingga bisa menjadi cadangan air dalam waduk yang bisa digunakan ketika musim kemarau. Pembuatan bendungan merupakan upaya menyeluruh mengatur cadangan air yang ketika banyak pembuat/pemilik dan penumpang perahu kayu terlena menggunakan air sebagai media transportasi semata, sehingga ketika musim kemarau atau kondisi banjir hanya bisa berdoa agar musibah tidak berlama-lama menimpa mereka.

Pembuatan bendungan dimulai dari analisa debit air, analisa kontur tanah dan bebatuan di sekitar lokasi rencana bendungan, desain kerangka bendungan, pemilihan material bendungan yang tepat, pemeliharaan bendungan termasuk sistem yang harus di desain agar debit air bisa di besar-kecilkan sesuai kebutuhan. Pembuatan bendungan juga pasti akan mengganggu kenyamanan pengguna transportasi air karena selama pembangunan air harus dikendalikan sedemikian rupa sehingga tiang pancang dan semen bisa mengering tanpa di sentuh air hingga siap digunakan. Intinya bahwa pembangunan bendungan merupakan solusi jaminan kelangsungan hidup atas kondisi bencana yang lebih besar dibandingkan tidak adanya sebuah perahu ketika kita calon penumpang hendak menyeberang.

Perahu-Bendungan vs Proyek Sistem Informasi-Keamanan Informasi

Hubungan dari pembuatan perahu dan pembangunan bendungan di atas dapat menjadi ilustrasi bagi proyek-proyek sistem informasi dan pembangunan kerangka sistem informasi dalam sebuah organisasi. Dalam era modern kini rasanya sudah hampir tidak ada perusahaan atau institusi yang tidak menggunakan teknologi. Dan institusi TI dalam organisasi sudah banyak yang mengikrarkan tekad dan semangat bahwa TI merupakan fasilitator dalam organisasi yang dapat mempercepat roda bisnis perusahaan atau institusi.

Proyek-proyek sistem informasi ibarat sebagai sebuah perahu kayu yang diperlukan untuk mengantarkan stakeholder mencapai visinya. Ketika sebuah proyek sistem informasi diusulkan dan diyakinkan dapat memberikan benefit, manajemen perusahaan tinggal bilang “Yak, lanjutkan!,” setelah hanya mempertimbangkan cost benefitnya. Jika proyek sistem informasi telah selesai, “Anda bekerja dengan baik,” terima kasih dari manajemen sebagai reward bagi keberhasilan proyek.

Pembangunan sistem keamanan informasi bak membangun sebuah bendungan, perlu upaya ekstra keras untuk meyakinkan pengambil keputusan. “Tanpa bendungan kita lancar-lancar saja kan perjalanannya, kalo bikin bendungan berapa besar misi kita terhambat,” ini yang cenderung akan diucapkan penumpang perahu. Jika proyek sistem informasi diibaratkan sebagai pembuatan perahu-perahu kayu, maka pembangunan sistem keamanan informasi seperti membuat bendungan, membuat bentang rancang semen dari tepi sungai ke tepi sebelahnya, dapat terlihat manfaatnya ketika debit air sudah bisa benar-benar dikendalikan!

Pembaca yang budiman, jika Anda amat tertarik untuk terjun dalam bidang pembentukan sistem keamanan informasi dalam perusahaan/institusi Anda, saya share beberapa hal di bawah ini:

  1. Kuatkan pondasi keilmuan Anda dalam bidang sistem keamanan informasi untuk membentuk Anda sendiri hingga yakin visi keamanan informasi Anda ke depan.
  2. Kuatkan kemampuan marketing Anda untuk bisa meyakinkan manajemen penentu keputusan bagaimana keamanan informasi bisa benar-benar menjamin keamanan aset perusahaan/institusi.
  3. Kuatkan mental Anda mendapatkan cemoohan, pelecehan, sindiran dari rekan kerja Anda sehari-hari.
  4. Kuatkan mental Anda untuk tidak berharap lebih mendapatkan reward yang lebih besar daripada para pembuat perahu yang secara instant bisa menunjukkan benefit dari sebuah perahu kecil yang mereka buat, hingga Anda benar-benar berhasil membuat sebuah bendungan.
  5. Siapkan mental Anda untuk didepak dari organisasi ketika ternyata penentu keputusan menyatakan bahwa mereka saat ini belum memerlukan bendungan, karena air sungai masih banyak dan mungkin air hanya akan surut, atau hutan di hulu sungai akan gundul menimbulkan banjir tepat saat penentu keputusan pensiun.
  6. Yakinkan diri untuk mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT ketika Anda sudah atau tidak berhasil membangun bendungan dan menyelamatkan banyak makhluk hidup di sekitarnya, sebab sepatah niatpun sudah dicatat sebagai kebaikan apalagi telah berbuat.

Demikian dan semoga bisa menambah wawasan dalam membangun sistem keamanan informasi. (abh/042013)

Tags: ,

Tinggalkan Pesan

Anda harus logged in untuk mengirim pesan.

Agus Budi Harto - Copyright © 2012 | All rights reserved.