Kerinduan Tak Bersyarat

Kampung halaman duluku tinggal
Tempat semua orang sedarahku tinggal
Tempat semua mata melihat tumbuhku ketika kecil
Tempat paling nyaman bermain beralas tanah dan kerikil

Kini usiaku telah banyak bertambah
Diisi dengan duduk, berdiri, berjalan dan lari disela gundah
Paling banyak tidur, hampir sepertiga hari tiap hari
Kadang seperti terlalu cepat lebih dari berlari

Rasa nyaman bermain di kampung halaman hingga petang
Seperti rasa kemarin pagi sebelum siang
Masih meresap rasa damai berlarian di bawah rindang
Berebut kelereng menunjukkan menang

Masa kecil di kampung halaman ini
Badanku dulu kecil kerempeng tak berisi
Katanya semampai padahal semeter tak sampai
Berlari kencangpun serasa santai

Kebebasanku bergerak tiada ragu
Hanya waktu makan dan sholat harus tepat waktu
Ekspresi wajah serasa tak berbeban
Semua masalah kuanggap lesehan

Sekian lama menjauh beku
Sering kali lupa akan suasana itu
Semakin lama serasa semakin hilang
Namun ketika lebaran rasa itu datang

Rindu kampung halaman mulai terngiang
Rasa yang banyak dirasakan oleh pejuang
Pejuang hidup membanting tulang
Agar bisa makan meski tak kenyang

Seribu kilometer tentulah panjang
Jarak tak perlu bukti dan pikir panjang
Jarak nyata berdimensi panjang
Dan berbanding lurus dengan waktu juang

Meniti jalan sangat pelan tanpa lelah
Tak sempat menoleh tak kenal teman
Berebut sejengkal luasan aspal demi maju meski selangkah
Agar semakin cepat hingga di kampung halaman

Panas terik siang menembus kaca
Debu menjadi hiasan baru warna kendaraan
Siang malam tak kenal cuaca
Ketika hujan tak kenal lubang di jalan

Lenganku tak kenal lelah berpegang kendali
Agar jalanku tak salah lupa kembali
Betisku tak kenal payah
Agar cepatku tak lamban menuju rumah

Rindu ini tak kenal batas
Tak kenal syarat yang membatas
Tak kenal rupiah yang dapat meretas
Tak kenal jarak ingin ku puas

Terbayang senyum para dermawan hati
Pemberi semangat hangat sanubari
Selayang pandang penuh arti
Agar hidup panjang hingga sejuta hari

(abharto/072013)

One thought on “Kerinduan Tak Bersyarat

  1. Huaa :'(, sya jd rindu kampung kelahiran sya pak,,tp tahun ini blm bsa balik,,rindu biyung dan pak tuo sya, kambing, sawah, udara yang bersih jauh dari polusi, dan kalau mlm tdur pun tdk perlu pakai kipas angin, selimutpun berebutan,,hikz hikz
    Rindu kampung 🙁

Leave a Reply