18 August

Ditulis di Opini | Tidak Ada Komentar

Sistem Berbasis GPS pada Daerah Perbatasan Waktu

Global Positioning System  sudah banyak digunakan pada sistem berbasis teknologi dunia saat ini. GPS merupakan sistem pengenalan posisi koordinat suatu obyek di permukaan bumi terhadap posisi relatif nol (0,0) di Greenwich. GPS mempergunakan satelit bumi untuk menyampaikan informasi posisi obyek terhadap posisi nol. Informasi posisi ini kemudian dapat digunakan untuk berbagai keperluan misalnya pencarian suatu obyek yang hilang, pergerakan obyek termasuk turunannya yakni kecepatan pergerakan jika dikombinasikan dengan satuan waktu, jejak rute pergerakan jika dikombinasikan dengan peta bumi, dsb.

Kombinasi informasi posisi obyek dengan informasi lain dapat menjadi amat berguna untuk berbagai hal termasuk dalam suatu proses bisnis. Hasil kombinasi informasi GPS di suatu lokasi kerja bisnis dapat menghasilkan informasi mengenai produktifitas suatu alat produksi jika digabungkan dengan informasi volume produksi setiap alat dan jam kerjanya dibandingkan dengan jarak tempuh yang telah digunakannya. Informasi ini kemudian amat berguna untuk menganalisa potensi kerugian hingga tingkat keuntungan bisnis sehingga dapat dipergunakan untuk pengambilan keputusan lebih cepat secara signifikan.

Saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai manfaat GPS dengan seluk-beluk proses terkait, namun pengalaman saya ini rasanya patut untuk diceritakan sebagai pertimbangan bagi pengembang sistem berbasis GPS. Pada suatu kunjungan di daerah perbatasan Kalimantan Timur dan Barat, suatu malam dimana saya ingin mengaktifkan alarm pada smartphone agar besok pagi tidak ketinggalan kendaraan yang akan menjemput tim saya ke lapangan karena kendaraan yang ada harus digunakan bersama-sama dengan pihak-pihak lain dengan satu tujuan yang sama.

Berbaring di tempat tidur pada suatu ranjang tingkat yang harus digunakan untuk 2 orang sekamar, saat itu menunjukkan waktu 19:37 WIB, namun beberapa kali tiba-tiba berganti menjadi 20:37 WITA seperti berkedip. Saya belum sadar mengapa hal itu terjadi. Pikiran yang muncul pertama kali adalah menyalahkan smartphone yang mungkin sudah tidak stabil sistem pewaktunya, hingga pada akhirnya muncul dugaan lain mungkinkah smartphone itu benar dan memang dia hanya menjalankan tugasnya membaca fungsi GPS sehingga dia menunjukkan waktu yang tidak stabil.

Jari kemudian menyentuh icon Google Maps yang hingga saat ini menurut saya belum ada aplikasi lain yang lebih sreg digunakan karena informasi petanya yang dikinikan secara berkala dilengkapi dengan foto udara yang entah kapan diambil fotonya dan dengan cara apa. Yap benar, google maps menunjukkan bahwa saat itu Smartphone yang saya pegang ternyata berada tepat berada di garis batas antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur tepatnya disekitar daerah Tenaiq Kabupaten Kutai Barat.

Penemuan kejadian instabilitas pada smartphone ini kemudian saya bayangkan dibandingkan dengan penggunaan sistem-sistem berbasis GPS. Perhitungan hasil produksi yang didasarkan pada satuan volume produksi dan jarak tempuh pergerakan alat produksi akan menjadi tidak valid karenanya. Misalnya pada sebuah bisnis pengangkutan tanah dimana produktifitas dihitung dari volume produksi persatuan waktu. Volume produksi (V) yang dimulai aktifitasnya pada jam 07:00 pagi dan berakhir pada jam 19:00 (T=12 jam) secara normatif hasilnya adalah V/T. Nilai 12 jam ini menjadi relatif terhadap zona waktu yang berlaku.

Jika pembangunan sistem berbasis GPS ini dilakukan jauh di luar perbatasan waktu, misalnya di Jakarta yang tentunya absolut berada di wilayah waktu Indonesia Barat (WIB) maka dapat terjadi faktor zona waktu ini belum menjadi faktor perhitungan dan cenderung diabaikan. Sehingga yang terjadi adalah hasil perhitungan yang tidak valid dan pemilik bisnis kemudian mulai tidak percaya dengan sistem yang dapat dianggap amat canggih hanya karena tidak diperhatikannya faktor zona waktu tersebut.

Semoga informasi ini dapat menjadi pertimbangan bagi pembangun sistem berbasis GPS yang akan digunakan pada daerah-daerah perbatasan waktu. Semoga bermanfaa. (abharto/082014)

Tinggalkan Pesan

Anda harus logged in untuk mengirim pesan.

Agus Budi Harto - Copyright © 2012 | All rights reserved.