Sahabat Ku

“Sahabat sejati adalah satu jiwa dalam dua jasad,” kata Aristoteles. Kalimat ini saya dapatkan pada sebuah halaman blog yang mengumpulkan definisi sahabat dari berbagai sisi dan negeri. Sahabat menurut saya adalah seseorang yang kita pernah bertemu berinteraksi dalam suatu kurun waktu dan memiliki keunikan, dan memiliki tindakan dan sikap baik yang mengesankan. Kali ini saya ingin bercerita tentang sahabat saya di masa lalu, dan tidak termasuk sahabat-sahabat saya di masa kini.

JULAK HENDRI. Bahasanya santun dengan aksen khas Banjarmasin, sahabat yang kental dipanggil dengan julukan Julak ini berhasil menjadi sahabat saya ketika saya bekerja pada sebuah perusahaan kontraktor tambang batubara di daerah Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur pada kisaran tahun 2002-2007. Julak selalu memiliki bahasan segar khususnya tema-tema lucu apalagi menyentuh bahasa Banjar.

Julak ini memiliki kemampuan khusus sebagai akunting pada saat itu sesuai dengan jurusan sekolah yang diambilnya. Piawai dalam bergaul sehingga lebih banyak teman yang dimilikinya dari berbagai bidang dan kalangan. Aktif dalam kegiatan keolahragaan sehingga teman-temannya banyak yang bertubuh ramping sepertinya. Paling banyak diingat oleh teman-temannya termasuk saya adalah ketika dari jauh Julak sedang ingin menyapa kita dengan memanggil, dia berteriak menyebut nama, tapi mata dan kepalanya menoleh ke arah yang lain seolah hendak memanggil orang lain.

Kebaikannya tidak dapat dihitung, kedermawanannya tidak perlu diuji. Tangannya amat ringan (belum nimbang berapa kilo beratnya) sehingga hal-hal kecilpun termasuk sekedar membawa makanan kecil untuk dibagikan di kantor, mengajak singgah di rumahnya untuk makan siang bareng, bercerita tentang kegalauannya saat menentukan pasangan hidupnya, dan masih banyak yang lain.

MASHURI. Seorang pekerja keras, tekun dan murah senyum. Sikapnya yang tegas namun ramah, siap ditayangkan ketika menyelesaikan berbagai persoalan. Mashuri adalah seorang yang berdarah Sulawesi Selatan namun dibesarkan di daerah Paser Kalimantan Timur. Selama berinteraksi dengannya, saya rasanya belum pernah mendengar dia mengeluh tentang apapun, yang ada adalah menghadapinya dan mencari tahu dari orang lain dengan bertanya.

Posturnya yang tegak masih saya ingat ketika Mashuri harus mengetik banyak data ketika bekerja bareng dulu di sebuah perusahaan kontraktor tambang di daerah Tenggarong KAbupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Pulang-pergi dari tempat kerja menggunakan sebuah sepeda motor Yamaha merah, satu dari banyak hal yang saya ingat tentang teori penomoran sepeda motor adalah, bahwa penentuan angka pertama dari 4 angka plat sepeda motor berkaitan dengan merek sepeda motor, “Angka 6 itu untuk Yamaha Pak Agus, jadi kalo ada orang menggunakan nomor palsu sembarangan, polisi bisa dengan mudah mengetahuinya.” Sebuah informasi yang bagus, hehehe.

Dalam keadaan galau ingin berhenti dari perusahaan, kebetulan hidung saya tersumbat pilek karena alergi debu dari gudang sparepart. Saya ingat Mashuri tiba-tiba menyapa saya dari belakang, “Udah Pak Agus, jangan disedot melulu tuh Vicks Vaporub, ntar malah tambah alergi.” Benar saja, ternyata hal ini terbukti dan beberapa tahun setelahnya, setiap terkena udara dingin membuat tenggorokan saya meradang. Masih banyak hal lain yang saya ingat namun sepertinya tidak akan muat untuk ditulis disini.

Pembaca yang budiman, apakah Anda adalah sahabat saya namun belum saya tuliskan disini? Tenang ya, nggak usah kalab, hehehe.. Segera kirimkan foto yang berpose berdua dengan saya, karena yang saya muat disini adalah sahabat yang memiliki foto saja dan tidak akan mungkin dimuat semuanya karena kita semua bersahabat, betul? Saya tunggu fotonya di email abharto[at]gmail.com, insyaallah segera dimuat. (abharto/112014)

Leave a Reply