7 August

Ditulis di Ekspresi | Comments Off on Manusia sebagai Sebuah Produk

Manusia sebagai Sebuah Produk

Di peradaban ini hampir tidak ada orang yang tidak menyentuh barang-barang produk industri di sekitarnya. Tidak usah jauh-jauh mencari contoh, mari kita lihat benda-benda yang menempel di badan kita, ada kacamata, arloji, cincin dan gelang, ikat pinggang, sepatu hingga produk berteknologi seperti telepon genggam. Masing-masing ini merupakan benda-benda ciptaan yang oleh pembuatnya dibuat sedemikian rupa agar bisa tahan terhadap segala gangguan yang dapat mengakibatkan ketersediaannya terganggu.

Pencipta produk amatlah tahu material apa yang disusun untuk membuat produk itu, bagaimana konstruksi rangkanya, hingga tahu bagaimana kekuatan dan kelemahannya. Produsen tidak ingin mendapatkan banyak keluhan yang ujungnya dapat mengakibatkan turunnnya citra, penurunan keuntungan hingga bangkrutnya pabrik. Diturunkannya kualitas bahan semata-mata agar konsumen akan mendapatkan harga paling kecil tanpa mengurangi manfaat dari tujuan dibuatnya produk.

Contoh simpel adalah sebuah kulkas misalnya, produsen menciptakan agar dapat digunakan oleh konsumen hingga lima tahun, dengan asumsi bahwa model yang ada sudah tidak akan populer pada lima tahun mendatang sehingga konsumen cenderung bosan dan ingin mengganti dengan yang baru, meski kulkas itu masih amat layak pakai. Produsen memilih bahan-bahan yang bisa tahan hingga lima tahun mendatang. Dan kemudian agar selama masa hidup (lifetime) produk tersebut tidak mengalami kerusakan prematur, produsen menulis panduan pengguna.

Jika produsen menulis tegangan yang diminta adalah 220-240V, maka itulah angka tegangan paling baik sehingga konsumen dapat menikmati kulkas tersebut hingga lima tahun. Jika konsumen tidak peduli dengan angka tersebut lalu menggunakan sumber tegangan yang tidak stabil hingga melewati batas itu, maka sudah pasti kulkas akan cepat rusak dan konsumen tidak dapat menikmati kulkas sebagaimana direncanakan. Begitu juga dengan operating procedure lain yang harus dipatuhi oleh konsumen agar apa yang telah dibelinya akan dapat memberikan manfaat sebesar mungkin bahkan lebih dari yang seharusnya jika memungkinkan.

Manusia juga merupakan sebuah ciptaan. Allah menciptakan manusia dengan tujuan semata-mata untuk beribadah kepada Nya (QS. Ad-Dzariyat:56) Saya tidak akan membahas apa yang sudah jelas dijanjikan oleh Allah terhadap ciptaan-Nya yang beriman. Namun agar tujuan bisa beribadah itu dapat tercapai maka Allah sudah menurunkan petunjuk kepada manusia di dalam user manual berupa Al-quran. Pencipta tidak meminta kita untuk hidup panjang namun bagaimana usia yang diberikan kepada kita semaksimal mungkin dapat digunakan untuk beribadah sehingga balasan syurga itu akan kita dapatkan nanti.

Contoh sederhana adalah bahwa Allah tidak suka dengan perbuatan yang berlebih-lebihan (QS. Al-A’raaf:31). Jika kita amati beberapa diantara kita memakan makanan yang berlebih meskipun makanan itu halal, maka akibatnya secara medis adalah penumpukan lemak di beberapa tempat hingga menjadi pemicu banyak penyakit yang dapat mengganggu kita untuk melaksanakan ibadah kepada Nya. Mulai dari rasa malas, ngantuk berlebihan, penumpukan kolesterol hingga kematian.

Sering dari kita tidak lagi membaca user-manual itu dan lebih memilih untuk berobat menghabiskan waktu, uang dan tenaga. Yang dilakukan adalah menghancurkan lemak secara paksa secara kimiawi maupun fisik. Banyak orang berolah raga keras dan atau meminum obat anti kholesterol untuk menghancurkan lemak yang sudah diciptakan oleh Allah untuk melengkapi tubuh kita agar kita bisa beribadah tadi. Makan berlebihan tetap dilakukan dan disertai dengan minum obat serta olahraga yang pada akhirnya akan menurunkan kuantitas waktu yang seharusnya dapat kita gunakan untuk beribadah.

Sebagai sebuah produk alias makhluk ciptaan Nya, mari kita baca banyak hal yang terkait dengan apa yang belum kita ketahui tentang hidup terbaik. Alhamdulillah dalam Islam telah dianugerahi kitab yang dijaga keasliannya oleh Allah hingga akhir jaman untuk memastikan agar manusia tidak tersesat, termasuk dimudahkannya manusia yang beriman untuk menghafalnya, sehingga bagaimanapun upaya untuk memalsukannya insyaallah tidak akan terwujud karenanya. Apakah Anda sesama muslim seperti saya? Mari kita sama-sama mendekat kepada Al Quran, semoga kita masih diberi waktu untuk melaksanakan semua petunjuk hidup yang ada di dalamnya secara penuh, agar kita bisa menjadi makhluk-makhluk terpilih masuk dalam syurganya.

Semoga bermanfaat. (abharto/082015)

Comments are closed.

Agus Budi Harto - Copyright © 2012 | All rights reserved.