1 May

Ditulis di Ekspresi | Comments Off on Perlahan Pudar

Perlahan Pudar

hopeless 150x150Awal berpasangan dengan akhir yang tak berkesudahan
Gelombang besar tak henti-hentinya berdebur
Pasir putih bertebaran berpadu dengan asin air laut
Pecahan karang beradu dengan cangkang-cangkang berkeping

Tiba-tiba cahaya sinar Ka’bah itu menerpa
Suasana riuh berganti dengan damai tenang
Setitik cahaya berharap menjadi semakin besar
Sembari membawa petunjuk sang Dewi telah diutus

Awal tak lagi tak berkesudahan
Jiwa-jiwa kelam tak lagi bimbang
Segala mukjizat serasa tak lagi jauh
Semua cita serasa teramat mudah

Satu per satu balok-balok disusun
Menyerupai bilah bak candi seribu
Rapi ke atas ke samping ke segala penjuru
Berdasar tirai baja tak lekang waktu

Hari-haripun tak lagi hening tanpa arah
Setiap langkah serasa ringan tanpa beban
Tujuan hidup pun dirajut yakin
Hingga menembus dimensi alam

Petir siang bolong mengagetkan seketika
Tak diduga tak dinyana begitu menggelegar
Hasrat pun tunggang langgang mencari perisai
Tak tahu kemana mencari dapat berlindung

Perlahan tapi pasti cahaya itupun redup
Sinarnya tak lagi secerah harapan
Asapun mulai lunglai tak kuasa
Lama-lama pudarpun duduk merajai kuasa

Awal kembali berpasangan dengan akhir yang tak berkesudahan
Hari-hari kembali kelam bersanding redup
Pudar kembali datang membawa petang
Perjuangan tak kan lagi berujung terang

(abharto/052016)

Comments are closed.

Agus Budi Harto - Copyright © 2012 | All rights reserved.