4 August

Ditulis di Kisah | Comments Off on Keputusan Rendy untuk Ratih

Keputusan Rendy untuk Ratih

Air mata Ratih deras mengalir tatkala diseberang sana Rendy menyatakan putus secara sepihak melalui telepon. Yah, air mata itu sudah sering mengalir selama menjalin hubungan dekat dengan Rendy. Tak terhitung sudah berapa kali mata Ratih bengkak menahan tangis karena sedang berada di keramaian atau sembab di dalam bantal dalam kamar tidurnya sendiri.

“Rendy, kamu sudah menjadi bagian hidupku, sudah berbulan-bulan ku hidup dalam harapan baru membayangkan indahnya hidup bersamamu,” begitu Ratih sering meratap sambil memeluk bantal. “Rahim ini kujaga demi ingin mendapatkan anugerah putra-putri yang kita dambakan, berdoa khusuk kepada Sang Maha Pencipta agar aku bisa dipercaya untuk memelihara keturunan darimu,” lanjutnya meratap. “Ku tidak tahu mengapa kamu hari ini senekat ini menetapkan keputusan bagi kita untuk berpisah,” begitu dalam hati Ratih berkata sambil bibirnya bergetar menangis sesenggukan.

Rendy amat sangat mencintai Ratih, sosok wanita yang didambakan yang belum pernah dia jumpai dalam hidupnya. Rendy bertekad untuk menyayangi Ratih sepenuh jiwa raganya karena Rendy merasa perjumpaannya dengan Ratih bukan karena perjumpaan biasa namun karena ditunjukkan oleh Yang Maha Kuasa. Rendy menemukan Ratih dalam keadaan putus asa tanpa harapan dan tertutup.

Ratih adalah seorang wanita yang sempurna, pintar, tegar, penuh kasih sayang, amat penolong, pekerja keras, lincah dan tak kenal lelah. Dia sebelumnya bertemu dengan seorang pria yang amat tidak melihat semua kelebihan Ratih karena matanya telah ditutup oleh nafsu duniawi yang amat sangat berseberangan dengan karakter Ratih yang lembut.

Bertemu dengan Rendy bak bertemu dengan solusi dalam hidupnya dimana semuanya serasa ringan penuh kasih sayang dan penuh dengan harapan baik di masa depannya. Dekat dengan Rendy serasa berada di dalam pelukan seorang Ibu yang benar-benar menyayanginya sepenuh hati tanpa alasan, tanpa pamrih. Rendy adalah sosok yang dia cari selama ini yang tidak dia temukan pada sosok pria sebelumnya.

Tuut.., tiba-tiba hape berbunyi tanda panggilan dari Rendy, jantung Ratih berdebar keras dan segera mengangkat hapenya, “Maaf Ratih, kita mungkin belum diijinkan Allah untuk bersatu saat ini, inilah jalan terbaik yang harus kita jalani, karena kamu harus fokus dulu mengurus anak-anak dari suamimu beserta ayah dari anak-anakmu. Aku juga harus meneruskan perjuangan ini mengemban tugas sebagai ayah dari anak-anakku dan Ibu dari mereka.”

Rendy melanjutkan, “Allah Maha Penyayang yang amat menyayangi kita lebih dari yang kita duga, Allah tidak mau kita tergoda setan dan masuk dalam nerakanya ketika kita khilaf hingga berbuat diluar dari yang Allah kehendaki. Ratih, maafkan hari ini harus memutuskan, demi kebaikan semua, dan percayalah jika Allah menghendaki, maka Allah akan berikan kita yang jauh lebih baik dari yang kita inginkan, syurga yang tiada batas nikmatnya, ” tuut.. Rendy memutuskan hapenya..

(abharto/082016)

Comments are closed.

Agus Budi Harto - Copyright © 2012 | All rights reserved.